“Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar:
"Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika
ALLAH kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan
melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam
tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku
mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak
akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." (Daniel 3:16-18)
Bagi seorang tentara, ketaatan kepada perwira atasan adalah
suatu harga mati. Struktur komando militer sepenuhnya bergantung apakah
para bawahan dapat taat kepada pimpinan diatasnya. Dalam Alkitab-pun,
ketaatan menjadi sesuatu yang amat penting. Ketaatan kepada TUHAN dan
kepada pimpinan kita – baik dalam pekerjaan, pelayanan – adalah sesuatu
yang sangat penting untuk kita jalankan.
Kata
“ketaatan” dalam bahasa Yunani juga mengandung pengertian mendengar,
menyimpan, merenungkan serta siap melaksanakan. Bagi kita orang
percaya, ALLAH menuntut ketaatan kita dan pengakuan nyata bahwa kita
percaya kepada-Nya. Ketaatan kita kepada ALLAH akan memberi arah dan
petunjuk untuk kehidupan kita, yang tentunya akan melindungi kita dari
hal-hal yang membahayakan, karena ALLAH tidak pernah merancangkan
hal-hal yang buruk bagi kita, melainkan rancangan damai sejahtera dan
hari depan yang penuh pengharapan (Yeremia 29:11). Ketaatan kepada
ALLAH adalah juga pertanda bahwa kita mengasihi-Nya (baca Yohanes
15:14).
Pertanyaan yang paling mendasar: mengapa kita harus taat ?
1. Kita harus taat agar tidak tertipu muslihat iblis (II Korintus 11:14)
Iblispun
menyamar sebagai malaikat terang. Jika kita tidak taat kepada ALLAH,
maka kita akan sulit membedakan mana yang TUHAN atau “Hantu”. Ketaatan
kepada TUHAN artinya memperhatikan dengan seksama (lihat kembali arti
kata taat dalam bahasa Yunani diatas) apa yang TUHAN perintahkan kepada
kita, dan tentu juga memperhatikan dengan seksama apa yang dikatakan ROH
TUHAN kepada GerejaNya pada akhir zaman ini. Selama mata kita,
keseluruhan hidup kita tertuju kepadaNya, maka kita akan terlindungi
dari tipuan iblis.
2. Kita harus taat agar dapat mengalami pengalaman-pengalaman yang dashyat dengan TUHAN (Daniel 3:16-18)
Dalam
nats yang kita baca diatas, kita mendapati bahwa Sandrakh, Mesakh dan
Abednego tetap taat kepada TUHAN walaupun mendapat ancaman hukuman mati
oleh Raja Nebukadnezar apabila tidak mau menyembah patung yang ia
dirikan (tips: baca seluruh Daniel 3). Mereka memilih tetap taat,
apapun harga yang mungkin harus mereka bayar. Hasilnya? Mereka bertiga
mengalami pengalaman yang luar biasa dahsyat bersama dengan TUHAN.
Sekali lagi, pengalaman dahsyat ini terjadi karena mereka taat kepada
TUHAN, yaitu tidak mau menyembah allah lain selain TUHAN; Allah Abraham,
Ishak dan Yakub, yang sekarang kita sembah dalam nama YESUS KRISTUS.
3. Kita harus taat agar dapat memiliki kekuatan yang besar (Matius 7:24)
Perhatikan
baik-baik ayat ini; dikatakan barangsiapa yang melakukan apa yang
dikatakan oleh TUHAN, maka ia adalah orang yang bijaksana yang
mendirikan rumah diatas batu. Itu artinya, ketaatan kita menghasilkan
kekuatan yang besar yaitu kebijaksanaan (wisdom) dan kekuatan yang tak
tergoyahkan. Ini berbeda dengan pandangan dunia. Dimata dunia, semakin
kita taat, justru posisi kita dipandang semakin lemah, mis: budak,
pembantu, dsb. Tetapi menurut standar ALLAH, justru ketika kita semakin
taat kepadaNya, justru posisi kita semakin kuat dan hidup kita
diberikan kekuatan yang luar biasa. Ini juga dilaksanakan oleh para
pahlawan iman seperti Daud, Daniel, Abraham dan lainnya. Ingin memiliki
kekuatan yang luar biasa? Taat!
4. Kita harus taat agar dapat melihat mukjizat-mukjizat (Mazmur 1:1-3)
Ingatkah
bahwa kata taat juga artinya mendengar, menyimpan, merenungkan serta
siap melaksanakan. Orang yang taat kepada apa yang TUHAN katakan
melalui FirmanNya yang tertulis (Alkitab) dan pernyataan-pernyataan para
hamba-hambaNya (perwahyuan/visi) maka hasilnya adalah ia akan melihat
betapa banyak mukjizat terjadi dalam hidupnya, yaitu apa saja yang ia
perbuat pastilah berhasil. Amin!
Peneguhan
Ketaatan
yang sejati bersumber pada ketaatan kepada TUHAN dan tuntunan ROH-Nya.
Kita sebagai orang percaya harus taat kepada ALLAH, melaksanakan setiap
kehendakNya dengan sungguh-sungguh. Oleh ketaatan itu, kita memperoleh
mukjizat, berkat dan penyertaanNya.
Selain Kau tiada yang lain
Ada padaku di Surga
Selain Kau tiada yang lain
Yang kuingini di bumi, yang kuingini di bumi
Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap
Gunung batuku dan bagianku tetaplah ALLAH selama-lamanya
Sumber: http://www.hmministry.com/2010/08/686/SUPPLEMEN_COOL___Agustus__3.GBI